Indahnya Wisata Air Terjun Toroan Sampang Madura

Air Terjun Toroan yang berada di Kota dengan sebutan pulau garam (kota madura) ini merupakan air terjun yang hanya ada satu – satunya di kota Madura. Sebutan “Pulau Garam” membuat banyak orang mempersepsikan Pulau Madura sebagai pulau yang kering & tandus sehingga tak mempunyai nilai jual untuk dijadikan sebagai objek wisata. Anggapan itu sudah pasti keliru, sebab jika kita lihat di peta, Madura yang terbagi atas 4 kabupaten yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan & Sumenep, dikelilingi oleh lautan dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya serta terdapat beberapa kawasan pegunungan. Dengan ciri yang unik yaitu bersebelahan dengan pantai maka air terjun toroan ini menjadi unik karena berbeda dengan air terjun yang ada dimana rata-rata air terjun berada di kaki gunung atau bukit. serta suasana di sekitar air terjun pun masih terjaga kealamiannya dan tidak ada bangunan yang merusak pemandangan bahkan keberadaan air terjun tersebut. Kenaturalan inilah yang membuat Air terjun Totoan seperti memiliki jiwa yang hidup.



Aliran dari air terjun ini mengalir dari atas dan menyatu bercampur air laut yang ada di muara. Keistimewaan lain yang dimiliki air terjun toroan adalah kesegaran dan kesejukan airnya, juga dialamiannya yang dikelilingi pepohonan hijau yang rindang. Aliran air terjun ini megalir dari sungai payung yang berada di bagian timur kota sampang.

Di lokasi air terjun kita dapat menjumpai bentuk batuan unik & pasir putih menyelimuti tepian pantai, perpaduan yang sangat indah! selain menikmati air terjun, Kala sore hari pelancong dapat menikmati matahari terbenam yang hangat (sunset), pemandangan indah dihadirkan matahari yang kemerahan dari balik dedaunan diiringi suara gemericik air membuat suasana menjadi nyaman dan enggan cepat pulang meninggalkan tempat itu.

Route Menuju Air Terjun Toroan


Jika dari Surabaya berjarak 105 kilometer dan sekitar 4 kilometer dari Sampang, jalan menuju wisata Air Terjun Toroan, bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Sebab sudah tersedia trayek kendaraan umum yang menuju ke lokasi, serta akses jalan yang harus dilewati pun sudah beraspal dengan kondisi yang lumayan baik sebab hanya ada lubang-lubang kecil di beberapa ruas jalan yang sama sekali tak mengganggu kelancaran perjalanan.Saat menyeberang ke Pulau Madura, 2 jalan alternatif yang bisa dipilih, lewat Jembatan Suramadu sebuah jembatan yang menghubungkan Surabaya dengan Madura, kedua dengan memanfaatkan kapal ferry di Pelabuhan Tanjung Perak. Butuh waktu sekitar 2 – 2,5 jam untuk menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Air Terjun Toroan. Setelah menyebrang ke Pulau Madura, ada 2 rute yang bisa dilewati, pertama lewat Pantura & kedua mengambil jalan memutar dengan melewati tengah kota Sampang.



Jika dari Terminal Bis Bungurasih (Surabaya), langsung saja menuju Kota Sampang, lanjut ke Kecamatan Ketapang, lalu menuju ke tempat Wisata Air Terjun Toroan. Jika melewati Tol,Tarif memasuki Tol Kendaraan roda dua 3000,- & Kendaraan Roda empat 30.000,- lanjut dengan kapal ferri Tarif untuk menyeberang dengan Kapal Ferry, Mobil bayar: Rp.50.000, Penumpang bayar: Rp.7.000/orang (Harga diatas bisa berubah kapan saja sesuai kebijakan lokal). Jika saat menyeberang menggunakan kapal ferry yang berlabuh di Pelabuhan Kamal, sebaiknya memilih jalur Pantura sebab jarak yang harus ditempuh jauh lebih dekat. Tetetapi jika menyeberang melewati Suramadu, rute yang ditempuh bisa lewat jalur Pantura atau berputar menyusuri jalan yang ada di tengah kota Sampang & menuju ke kecamatan Ketapang.

Setibanya di sebuah desa kecil bernama Ketapang, para wisatawan akan berjalan kaki kira-kira 50 meter ke arah tempat air terjun Toroan. Di area ini pengunjung harus lebih berhati hati sebab jalan menuju ke arah lokasi air terjun sedikit curam. Jika anda masih bingung, anda dapat menggunakan atau melihat di Maps berikut :


Harga Tiket Air Terjun Toroan


Tak ada harga tiket wisata Air Terjun Toroan, hanya saja harus membayar retribusi parkir sebesar Rp 5.000 untuk motor & Rp 10.000 untuk mobil. Jadi harga tiket wisata Air Terjun Toroan tidak berlaku. Terkecuali jika anda ingin sekedar membeli makan dan minum ada banyak penjual disana. Tidak hanya itu and juga bisa menikmati wisata kuliner yang terdapat di lokasi air terjun ini.

Baca juga : Keindahan Pesona Dari Wisata Air Terjun Kakek Bodo

Lokasi Air Terjun Toroan


Lokasi wisata Air Terjun Toroan tak jauh dari kota Sampang, tepatnya berada didesa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang. Jarak tempat wisata ini sekitar 105 km dari Kota Surabaya, & 4 km dari pusat kota Sampang. Jalan menuju ke Air Terjun Toroan mudah saja, disana banyak tersedia angkutan umum yang menuju lokasi. Ada dua jalan alternatif yang bisa di tempuh saat berangkat dari Surabaya. Pertama yaitu melewati jalan tol Suramadu yang menghubungkan pulau Jawa & Madura, kedua yaitu menyeberang menggunakan Kapal Ferri melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Untuk mencapai lokasi wista Air Terjun Toroan kalian pun tak perlu capek-capek, kalian tinggal melangkahkan kaki sejauh sekitar 50 meter. Hal ini disebabkan sebab Air Terjun Toroan tak berada di daerah pegunungan melainkan di wilayah pantai.


Asal-usul Nama Pantai Toroan


Menurut masyarakat sekitar, Pantai Toroan mempunyai latar belakang kisah asal-usul nama Toroan yang menjadi identitas dari air terjun yang ada di Desa Ketapang Daya. Alkisah dahulu kala ada pasangan suami-istri yang bernama Said Abdurahman alias Birengono & istrinya Siti Fatimah. Mereka tinggal di Dusun Langger Dejeh yang berada di perbatasan Desa Ketapang Timur & Ketapang Daya.



Dimulai dari keluarga yang saling harmonis. Namun lama kelamaan selalu bertikai hingga menuding satu sama lain. Sang suami menuduh istrinya berselingkuh dengan pria lain, sedang sang istri mencurigai suaminya dengan perempuan lain. Birengono bersumpah bahwa jika ia kelak meninggal ia minta agar dikubur di atas puncak bukit kapur. Apabila ia bersalah maka kuburannya tak akan bisa digali, & apabila dia tak bersalah maka kuburannya tersebut akan mudah digali. Sumpah yang diucapkan Siti Fatimah hampir sama, dia meminta dimakamkan di tengah hilir sungai. Jika dia bersalah maka sungai tak akan mau menerima jasadnya, tetetapi jika dia tak bersalah, maka jasadnya akan hanyut terbawa arus sungai. Tak lama setelah diucapkannya sumpah, sepasang suami istri tersebut meninggal dalam waktu hampir bersamaan. Sesuai dengan amanatnya, sang suami dimakamkan di atas bukit kapur. Pertistiwa aneh terjadi sebab bukit kapur yang keras bisa dengan mudahnya digali.

Baca juga : Sejuknya Wisata Air Terjun Sedudo

Hal tersebut membuktikan bahwa sang suami tak bersalah.Peristiwa aneh pun terjadi pada saat pemakaman Siti Fatimah. Begitu selesai dimakamkan, sungai membelah menjadi dua aliran seolah menolak jasad Siti Fatimah, sehingga kuburannya berada di tengah-tengah sungai. Hal tersebut membuktikan bahwa perempuan itulah yang bersalah & telah berkhianat pada suaminya. Air sungai terus mengalir sampai membentuk air terjun & turun ke bawah bercampur dengan air laut. Air terjun itu oleh masyarakat lalu diberi nama “Air Terjun Toroan” yang diambil dari kata Madura toron yang artinya ‘turun’. Itulah sejarah kisah kawasan Wisata Air Terjun Toroan.