Info Lengkap Wisata Pantai Ngobaran Yogyakarta

Wisata Pantai Ngobaran merupakan salah satu wisata pantai yang ada di Gunungkidul, Yogyakarta dengan keindahan menarik, mulai dari hamparan pasir putih, gulungan ombak, hamparan batu karang, melimpahnya rumput laut, hingga hamparan pohon pandan laut yang tersusun dengan bentuk sangat indah.

Paling menarik serta berbeda dari Wisata Pantai Ngobaran dibandingkan pantai lainnya adalah adanya beberapa tempat ibadah/peribadatan agama/keyakinan/penganut kepercayaan tertentu dalam satu lokasi. Saat di Pantai Ngobaran, kamu akan menyaksikan Masjid berdiri kokoh berdampingan dengan Pura yang membujur ke laut, juga terdapat tempat peribadatan aliran kepercayaan lain, seperti Kejawan dan Kejawen. Kejawan adalah aliran kepercayaan warisan Prabu Brawijaya V. Ada juga beberapa arca dimana dimanfaatkan sebagai area melangsungkan upacara agama tertentu.



Harus diakui, daerah Gunungkidul menyimpan banyak potensi alam wisata pantai, mulai dari Pantai Wediombo, Pantai Glagah, Pantai Baron, Pantai Pulang Sawal, Pantai Drini, Pantai Jogan, Pantai Ngalambor, Pantai Pok Tunggal, dan lain sebagainya. Pantai-pantai tersebut memiliki kekhasan tersendiri antara satu pantai dan lainnya, begitu juga dengan Wisata Pantai Ngobaran.

Daya Tarik Wisata Pantai Ngobaran


Daya tarik utama Wisata Pantai Ngobaran adalah di area pantai ini berdiri tegak 4 tempat ibadah secara berdampingan, terdapat banyak cerita legenda yang menyebutkan bahwa penamaan “ngobaran” sendiri dikaitkan dengan kisah Prabu Brawijaya V, dimana merupakan keturunan pamungkas Kerajaan Majapahit.

Di tempat Wisata Pantai Ngobaran, tepatnya ditahun di tahun 2003 didirikanlah Pura yang dilengkapi dengan berbagai patung dewa dengan warna putih sebagai tempat ibadah penganut kepercayaan Kejawan, aliran kepercayaan yang berasal dari Prabu Brawijaya V. Sementara di samping kirinya terdapat tempat ibadah bagi aliran kepercayaan Kejawen.



Tidak jauh dari kedua tempat tersebut terdapat jalan setapak mengarah pada sebuah kotak batu yang dipagari kayu dengan warna abu-abu juga ditumbuhi tanaman kering, disamping batu ini berdiri kokoh Pura sebagai tempat peribadatan agama Hindu. Sementara di depan batu tersebut berdiri Masjid sebagai tempat peribadatan agama Islam.

Masjid ini beralaskan pasir, sehingga menyiratkan kesan langsung menyatu dengan alam, ukuran masjidpun tidak terlalu besar, hanya sekitar 3x4 meter, sementara bagian imam Masjid sengaja dibuat terbuka sehingga secara langsung bisa melihat laut. Bila umumnya Masjid dibangun menghadap arah barat, masjid satu ini menghadap arah selatan. Namun demikian, masyarakat tetap memberi tanda arah kiblat dengan pensil berwarna merah yang menunjukkan arah kiblat sebenarnya. Bangunan-bangunan ini menjadi bukti nyata arti multikulturalisme dalam kehidupan beragama.

Diluar kearifan tersebut, Wisata Pantai Ngobaran tetap menjadi pantai dengan keindahan alamnya. Bila kamu berlibur ke Wisata Pantai Ngobaran, kamu akan disuguhi ombak berkejaran menggulung batuan karang secara mesra dihiasi ratusan jenis rumput laut yang menghijaukan area pantai, rumput laut hidup di sela-sela karang, pemandangan ini menjadi cerminan keseimbangan sistem kehidupan sebenarnya.

Baca juga : Wisata Alam Gunung Api Purba Yogyakarta

Bila kamu mengunjungi Wisata Pantai Ngobaran dalam keadaan surut, kamu bisa menikmati hamparan rumput laut (alga) berwarna hijau maupun coklat secara dekat. Alga-alga yang tumbuh lebat diantara karang terlihat menyerupai hamparan sawah, sebuah pemandangan yang menyejukkan mata, kamu juga akan menikmati ratusan jenis binatang laut; kepiting, kerang, dan biota lainnya sedang bermain riang diantara hamparan karang. Sajian pemandangan ini akan memberikan kamu kenikmatan yang tiada tara.

Lokasi Wisata Pantai Ngobaran


Lokasi Wisata Pantai Ngobaran berada di Desa Kanigoro, Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, D.I Yogyakarta. Sekitar 65 km dari pusat kota Yogyakarta. Lokasi ini berada tidak jauh dari wisata pantai lain; Pantai Ngrenehan, jaraknya hanya berkisar 2 km saja, saking dekatnya, tiket wisata dua pantai ini dijadikan satu. Jadi kamu bisa berkunjung di dua pantai sekaligus dalam satu area yang sama. Akses jalan menuju wisata ini sudah tergolong baik, dan bisa dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, juga tersedia jalur transportasi umum yang bisa digunakan sebagai alternatif.



Namun sayang, fasilitas yang tersedia di tempat wisata ini masih terbatas, hal ini karena lokasi pantai masuk daerah yang belum teraliri listrik, penginapan juga belum tersedia, sehingga waktu terbaik kamu berkunjung adalah waktu siang hari saja. Namun, di Wisata Pantai Ngobaran sudah tersedia fasilitas pendukung seperti tempat ibadah, kamar mandi, parkir area, juga warung makan dengan berbagai menu masakan berbahan dasar ikan.

Harga Tiket Wisata Pantai Ngobaran


Harga tiket Wisata Pantai Ngobaran Rp 3.000 rupiah saja, tiket ini juga sudah berlaku untuk tiket masuk Pantai Ngrenehan, sangat murah bukan. Sementara untuk parkir motor Rp 2.000 rupiah, mobil seharga Rp 5.000 rupiah.

Ditempat wisata ini sudah tersedia aneka warung dengan menu utama seafood, bila beruntung kamu akan berjumpa dengan penjual rempeyek rumput laut yang menjadi cemilan khas Wisata Pantai Ngobaran, setiap bungkus rempeyak rumput laut Rp 2.000 rupiah. Selain itu, fasilitas umum juga sudah tersedia dengan baik, jadi liburanmu ke pantai ini akan terasa begitu nikmat. Sayang ditempat ini belum terdapat penginapan, namun kamu bisa mendirikan tenda dengan meminta izin pengelola terlebih dahulu, tidak ada tambahan biaya untuk aktivitas ini.


Jalan Menuju Wisata Pantai Ngobaran


Jalan menuju Wisata Pantai Ngobaran satu arah dengan rute perjalanan ke Pantai Nguyahan, secara geografis berada 65 km dari pusat kota Yogyakarta. Dari Yogyakarta, kamu ambil jalur menujuWonosari, dilanjutkan ke Piyungan, memasuki jalan area ini jalan sudah mulai berkelok-kelok, terkadang juga menanjak, ikuti terus jalan melewati Tikungan Bokong Semar-Hargodumilah-Patuk, kemudian menuju Tikungan Irung Petruk, lanjutkan ke Sambi Pitu hingga kemudian bertemu dengan Hutan Tleseh.

Dari Hutan Tleseh lanjutkan perjalanan ke Lapangan Udara Gading, setelahnya, tepatnya di pertigaan gading, ambil jalur kanan ke arah Playen-Paliyan, lanjutkan terus perjalanan menuju Trowono, sebelum sampai di daerah Trowono kamu akan menemui telaga Namberan, sesampainya di Pasar Trowono, kamu pacu kendaraan menuju arah selatan ke arah Kelurahan Kanigoro Saptosari, di ujung jalan ini kamu akan mendapati simpang tiga, dimana arah kanan ke Pantai Ngobaran, sementara arah kiri ke Ngrenehan.

Bila kamu dari arah Klaten, rute yang harus kamu lalui yaitu melewati Klaten-Cawas, dari Cawas ambil rute menuju Karangmojo-Wonosari, lanjutkan perjalanan Siraman-Pulutan, susuri jalan hingga masuk Wiyoko-Paliyan, dari area ini lanjutkan perjlanan ke Pasar Trowono-Kanigoro, sesampainya di area ini lokasi pantai sudah dekat, kamu tinggal mengikuti penunjuk arah yang sudah tersedia.

jika anda ingin melihat rutenya yang lebih jelas, anda dapat memanfaatkan Google Maps berikut :


Mitos Tentang Wisata Pantai Ngobaran


Dari cerita masyarakat yang berkembang, nama “Ngobaran” pada Wisata Pantai Ngobaran berasal dari kisah antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak. Dikisahkan, Prabu Brawijaya V (Kerajaan Majapahit) minggat dari istana karena enggan di-Islamkan oleh putera tercintanya, Raden Fatah, dimana merupakan Raja Demak 1, Prabu Brawijaya V melarikan diri beserta dua orang istrinya, Bondang Surati (merupakan istri pertama) dan Dewi Lowati (istri kedua).

Pelarian Prabu Brawijaya V tersebut menemui jalan buntu setelah mencapai area Wisata Pantai Ngobaran, karena tidak mau berperang melawan anak sendiri, akhirnya Prabu Brawijaya V melakukan ritual pembakaran diri, dengan sebelumnya menanyakan rasa besarnya cinta kedua istrinya. Karena rasa cinta Dewi Loyati lebih kecil dibandingkan dengan Bondang Surati, maka Prabu Brawijaya V menarik tangan Dewi Loyati untuk melakukan pembakaran diri dengannya.

Baca juga : Harga Tiket Masuk dan Rute Wisata Pantai Wediombo

Dari peristiwa tersebut maka berkembanglah istilah “Ngobaran” asal kata dari kobong/kobaran yang bermakna membakar/membakar diri. Meskipun cerita rakyat ini harus ditelusuri kebenarannya.