Informasi Harga Tiket Masuk dan Lokasi Wisata Keraton Yogyakarta

Keraton adalah istana besar para sultan Yogyakarta yang jug menjadi objek wisata. Jika Anda sedang berkunjung ke Yogyakarta, ada baiknya jika Anda berkunjung ke wisata Keraton Yogyakarta. Ingin tahu di mana lokasi dan rute menuju tempat wisata satu ini? Simak ulasannya mengenai harga tiket masuk dan lokasi wisata Keraton Yogyakarta.

Harga Masuk Wisata Keraton Yogyakarta


Wisata Keraton Yogyakarta ini sangat strategis karena berada di tengah alun-alun utara yang memiliki dua pohon beringin. Pada zaman Jawa feodal, para penyembah pohon beringin akan dengan sabar duduk di bawah pohon sambil berharap bisa melihat raja.



Sementara di alun-alun selatan, dua pohon beringin yang serupa memiliki mitos bahwa pohon itu membawa keberuntungan besar jika wisatawan bisa berjalan di antara pohon itu dengan penutup mata. Nah, jika memasuki hari libur seperti Jumat, Sabtu dan Minggu Anda bisa melihat pemuda Yogyakarta yang bernyanyi atau mengamen di sekitar alun-alun.

Harga tiket wisata Keraton Yogyakarta sebesar Rp.7.000,- untuk wisatawan domestik. Sementara untuk wisatawan manca negara dikenakan tarif yang berbeda yaitu dan Rp. 12.500. Keraton Yogyakarta dibuka setiap hari dari jam 08.00 – 14.00 wib. Sementra khusus hari Jum’at, wisata keraton Yogyakarta hanya dibuka dari jam 08.00 wib – 12.00 wib saja.

Lokasi Wisata Keraton Yogyakarta


Untuk menemukan tempat wisata ini sangat mudah sekali. Lokasi wisata keraton Yogyakarta berada di Jalan Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Keraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dekat sekali dengan kawasan Malioboro dan juga Monumen Nasional 1 Maret. Wah, menarik sekali bukan? Sekali jalan banyak yang bisa dikunjungi.


Jalan Menuju Wisata Keraton Yogyakarta


Jalan Wisata Keraton Yogyakarta ini terletak tepat di sebelah selatan alun-alun Utara kota Yogyakarta. Jarak antara keraton dari Jalan Malioboro adalah sekitar 50 meter. Jadi jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa pergi ke Jalan Malioboro sampai bertemu dengan alun-alun utara. Keraton Yogyakarta berada tepat di depan alun-alun utara. Untuk yang belum paham dengan tata letak kota Yogyakarta bisa liat di maps berikut :


Deskripsi Wisata Keraton Yogyakarta


Keraton Yogyakarta adalah sebuah kompleks yang bisa menampung sekitar 25.000 orang. Kawasan ini dekat dengan pasar, toko, industri batik dan perak, sekolah, dan masjid. Sekitar 1000 orang penduduk asli sekitar Keraton dipekerjakan oleh sultan.

Kelompok bangunan paling dalam atau tempat tinggal Sultan dibangun antara tahun 1755 dan 1756. Sentuhan gaya Eropa terhadap interior mulai ditambahkan pada tahun 1920an. Secara struktural interior Keraton Yogyakarta adalah salah satu contoh terbaik arsitektur istana Jawa. Di keraton Yogyakarta ini menyediakan serangkaian ruang mewah, halaman luas dan paviliun yang luas. Sementara pusat keraton digunakan sebagai aula resepsi. Terdapat Bangsal Kencana (Paviliun Emas), dengan lantai marmernya, atap yang dihias dengan rumit dan jendela kaca patri bergaya Belanda dan kolom jati berukir yang besar adalah ciri khas dari bangunan Keraton Yogyakarta ini.

Sebagian besar keraton digunakan sebagai museum dan memiliki koleksi barang yang banyak. barang yang dimuseumkan adalah hadiah dari raja-raja Eropa, salinan sakral pusaka suci (pusaka keluarga kerajaan) dan instrumen gamelan. Salah satu ruangan yang paling menarik adalah gambar mengenai silsilah keluarga kerajaan, foto-foto lama pernikahan massal dan potret mantan sultan Yogya.

Baca juga : Lokasi dan Rute Menuju Goa Pindul

Bangunan baru yang ada di dalam keraton didedikasikan untuk Sultan Hamengku Buwono IX yang tercinta, dengan foto dan barang-barang pribadi. Hal menarik lainnya yang ada di dalam keraton adalah adanya pintu masuk laki-laki dan perempuan yang ditunjukkan dengan naga raksasa.

Sejarah Wisata Keraton Yogyakarta


Istana Yogyakarta dibangun oleh Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755-1756 beberapa bulan setelah penandatanganan Perjanjian Giyanti antara Pangeran Mangkubumi Yogyakarta, Hamengku Buwono dari Surakarta dan Perusahaan Hindia Timur Belanda. Hutan Banyan dipilih sebagai lokasi keraton karena letaknya di antara dua sungai yang dianggap memiliki perlindungan yang baik dari kemungkinan banjir.



Pada tanggal 20 Juni 1812, Stamford Raffles memimpin pasukan Inggris yang berjumlah 1.200 orang untuk menyerang kota kerajaan Yogyakarta. Orang Jawa, meski jumlahnya lebih banyak dari penjajah, tidak siap menghadapi serangan tersebut.

Pada suatu hari kota Yogyakarta diserang dan istana kerajaan dibakar. Total jarahan dari istana bernilai milyaran yang terdiri dariemas, permata dan beberapa mata uang. Untuk pertama kalinya sebuah serangan dilakukan di Keraton dan akibatnya kesultanan tersebut benar-benar ditundukkan pada otoritas kolonial.

Barulah kemudian keraton bisa kembali dibangun. Sebagian besar bentuk keraton ini dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono VIII yang memerintah dari tahun 1921 sampai 1939. Keraton kembali hancur akibat gempa bumi pada tahun 1876 dan 2006, dan kemudian dibangun kembali setelah keruntuhan tersebut..

Filosofi Bangunan Wisata Keraton Yogyakarta


Keraton berarti tempat di mana "Ratu" tinggal. Ratu dalam bahasa Inggris adalah seorang Ratu sementara dalam bahasa Jawa Ratu juga berarti Raja). Kata "Keraton" adalah kepanjangan atau bentuk singkat dari ratu / Ka-ratuan yang berasal dari kata "Ratu". Dalam bahasa Melayu Ratu berarti raja. Keraton juga dianggap sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan di istana.

Istana ini dibangun sesuai dengan Filsafat Jawa dan diselimuti oleh mistisisme. Penataan ruang keraton, dari mulai pemandangan kota tua Yogyakarta, arsitektur, arahan bangunan, dan benda-benda di keraton memiliki nilai mitologis dan sistem kepercayaan orang Jawa.
Jalan utama kota tua membentuk garis lurus dari Tugu Yogyakarta, Keraton, Gunung Merapi ke Krapyak Hunting House. Tata letaknya memiliki arti asal mula manusia dan tujuan terakhir mereka" (bahasa Jawa: sangkan paraning dumadi).



Jalan dari Krapyak Hunting House ke istana melambangkan penciptaan generasi pertama manusia sampai dewasa. Desa-desa di sekitar Krapyak Hunting House diberi nama "Mijen" yang berasal dari kata Wiji (benih).

Sepanjang jalan Tamarind dan pohon ceri Spanyol ditanam untuk mewakili perjalanan dari masa kanak-kanak sampai dewasa yang dilanjutkan pergi ke Tugu Yogyakarta dan akhirnya berakhir di istana. Hal itu memiliki arti berakhirnya kehidupan manusia dan bertemu Sang Pencipta.

Sementara tujuh gerbang Gladhag ke Donopratopo di wisata keraton Yogyakarta ini memiliki arti tujuh langkah ke surga. Adapun Tugu Yogyakarta yang terletak di sisi utara kota tua merupakan simbol "penyatuan antara raja (golong) dan orang-orang (gilig)" menjadi (orang Jawa: manunggaling kawulo gusti).

Hal itu juga melambangkan kesatuan akhir sang pencipta (Khalik) dan umatNya. Gerbang Donopratoro memiliki arti"orang awam yang baik artinya manusia murah hati dan tidak besar hawa nafsunya”. Sementara terdapat sepasansg patung Dwarapala, yaitu Balabuta dan Cinkarabala. Patung ini diartikan kebaikan dan kejahatan dalam kehidupan manusia. Artefak magis istana diyakini memiliki kekuatan untuk menolak niat jahat yang muncul.

Baca juga : Lokasi dan Rute Menuju Wisata Taman Sari

Ya, demikian ulasan mengenai wisata keraton Yogyakarta yang memiliki banyak filosofi di balik bangunan bersejarah ini. Selamat berwisata.

0 Response to "Informasi Harga Tiket Masuk dan Lokasi Wisata Keraton Yogyakarta"