Wisata Hits Di Sulawesi Tengah

Diposting pada
Sulawesi
Tengah merupakan salah satu provinsi di Pulau Sulawesi yang beribukotakan Palu.
Nama provinsi ini mungkin masih kalah gaungnya dibandingkan dengan provinsi
lain di Pulau Sulawesi, padahal, Provinsi Sulawesi Tengah memiliki banyak
destinasi wisata cantik yang wajib untuk dikunjungi. Bahkan, beberapa wisatawan
mancanegara sudah mulai banyak yang melirik pesonanya.
Destinasi Wisata Wajib Di Sulawesi Tengah
Pulau
Sulawesi memang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit dibandingkan Pulau Jawa,
tetapi hal tersebut justru bermanfaat bagi kondisi alamnya yang masih alami dan
sangat terjaga berkat minimnya tangan-tangan jahil yang merusak lingkungan.
Berikut ini adalah daftar tempat wisata yang wajib dikunjungi kala berkunjung ke
Sulawesi Tengah :


Jembatan Palu


Sebagian
orang mungkin berpikir tidak ada yang menarik dari sebuah jembatan. Tetapi,
mereka akan menarik kata-katanya bila menyaksikan langsung Jembatan Palu yang
selain menjadi prasarana kota, merangkap pula sebagai destinasi wisata menarik.
Jembatan yang terbentang di atas Teluk Talise ini menjadi penghubung Kecamatan
Palu Barat dengan Palu Timur.

Jembatan Palu
Jembatan
yang diresmikan pada tahun 2006 ini merupakan jembatan lengkung ketiga di
dunia, setelah Jepang dan Prancis. Jembatan dengan gradasi warna merah ini
sangat ramai dikunjungi pada malam hari, ketika lampu jembatan dinyalakan, oleh
wisatawan yang ingin menatap suasana malam Kota Palu dan berburu obyek foto
yang cantik.


Air Terjun
Saluopa
Air
terjun ini terletak di Desa Tonusu, Kabupaten Poso. Air Terjun Saluopa acap
kali pula disebut sebagai salah satu air terjun paling cantik di Indonesia.
Terlebih, wisatawan tidak dipungut biaya apa pun jika ingin datang dan
mengeksplorasi wisata alam yang masih sangat alami dan selalu berudara sejuk yang
satu ini.
Air Terjun Saluopa

Air
Terjun Saluopa memiliki air yang sangat jernih dan jatuh ketinggian 25 meter
dan terdiri dari dua belas tingkatan sehingga debit air yang dihasilkan pun
tidak terlalu deras dan aman untuk wisatawan bermain. Bebatuan yang menjadi
tingkatan air terjun juga tidak licin meskipun sudah berlumut dan terus terkena
curahan air.

Mengunjungi
destinasi wisata ini, pengunjung tidak perlu membayar retribusi apa pun.
Tetapi, hal itu berbanding lurus dengan tidak adanya fasilitas penunjang di
sekitar Air Terjun Saluopa, bahkan tidak pula dengan toilet umum. Sebab itu,
wisatawan harus menyiapkan perlengkapan dan bekal yang cukup jika berencana
menghabiskan waktu cukup lama di sini.


Pusentasi
Desa
Limboro di Donggala memiliki sebuah destinasi wisata alam yang cantik sekaligus
unik bernama Pusentasi atau disebut pula dengan Pusentase. Secara teknis,
Pusentasi merupakan Sink Hole atau
sumur laut, yaitu sebuah lubang raksasa yang terbentuk alami dan mengandung air
laut di dalamnya. Ketika melihatnya, wisatawan pasti ingin segera menceburkan
diri.
Pusentasi

Air
di Pusentasi terasa asin, persis seperti air laut. Juga memiliki warna biru
yang bening dengan temperatur air cukup hangat. Ada terowongan yang bisa
diselusuri oleh wisatawan dan terhubung langsung ke laut. Namun, bagi yang
merasa cukup berenang di Pusentasi, pengelola menyediakan tangga besi untuk
naik kembali ke permukaan.


Gunung Gawalise
Bagi
yang suka melakukan pendakian, Gunung Gawalise di Kelurahan Silae merupakan
pilihan yang tepat. Dengan puncak setinggi 2023 meter di atas permukaan laut,
gunung ini menawarkan medan pendakian yang cukup sulit dan menantang bagi para
pecinta alam yang berada di Sulawesi Tengah.

Gunung Gawalise

Akses
Gunung Gawalise pun sangat mudah. Cukup menempuh perjalanan sekitar 15 menit
saja dari Kota Palu, wisatawan sudah sampai di kaki gunung. Di seantero Pulau
Sulawesi, Gunung Gawalise menjadi satu-satunya gunung dekat dengan pusat
perkotaan. Selain digunakan untuk pendakian para pecinta alam, banyak mahasiswa
yang datang pula untuk melakukan penelitian.
Malangnya,
masyarakat di sekitar Gunung Gawalise masih hidup dalam kemiskinan. Sehingga,
sebaiknya selain mendaki, wisatawan sekaligus berbagi dengan penduduk sekitar.
Sumbangan kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, gula dan semacamnya sangat
membantu untuk meningkatkan taraf hidup mereka yang masih kurang mendapatkan
perhatian dari pemerintah setempat maupun pusat.


Pantai Tanjung
Karang
Pantai
yang terletak di Donggala ini merupakan pantai dengan fasilitas terlengkap di
Sulawesi Tengah. Tidak mengherankan bila kemudian pantai ini menjadi destinasi
wisata nomor satu dari provinsi tersebut. Air lautnya sangat jernih dan bebas
dari limbah ataupun sampah. Terlebih, wisatawan tidak ditarik retribusi
sepeserpun bila ingin menghabiskan waktu di sini.

Pantai Tanjung Karang

Sesuai
namanya, Pantai Tanjung Karang memiliki terumbu karang yang sangat sehat, di
mana terumbu karang termasuk pada pusat kehidupan biota laut lainnya. Dari
bibir pantai saja, wisatawan sudah dapat melihat terumbu karang dengan jelas
oleh jernihnya air. Selain itu, ikan-ikan kecil dan kuda laut acap kali
terdampar di tepi pantai.

Diving dan snorkeling tentu menjadi daya tarik
utama di kawasan pantai ini. Untuk peralatan menyelamnya dapat menyewa di hotel
ataupun restoran sekitar yang selalu siap sedia mengakomodasi kebutuhan para wisatawan.
Selain menyelam, wisatawan juga bebas berenang karena ombak lautnya sangat
tenang dan tidak ada binatang laut yang berbahaya di sekitar.

Bagi
yang merasa lapar setelah beraktifitas di pantai, bisa memilih kuliner dari
warung-warung yang ada di sekitar. Menu utamanya tentu saja seafood, tetapi ada pula yang menjual
nasi goreng, mi goreng dan lain-lain. Sedangkan penginapan yang tersedia
mayoritas berbentuk cottage dari kayu dengan harga sewa mulai Rp. 100.000,- per
malam.


Taman Nasional
Lore Lindu
Berdiri
di atas tanah seluas 231.000 hektar, Taman Nasional Lore Lindu berada di antara
dua wilayah sekaligus, yakni Kabupaten Donggala dan Kabupaten Poso. Tempat ini
merupakan kawasan hutan lindung yang merupakan habitat asli flora dan fauna
asli Sulawesi yang langka dan hampir punah sehingga perlu dilestarikan
eksistensinya.

Taman Nasional Lore Lindu

Uniknya,
kawasan ini merupakan areal peralihan antara Australia dengan Asia, sehingga
fauna yang ada pun tidak akan dapat ditemukan di tempat lain. Contohnya seperti
Anoa, Babi Rusa, Monyet hitam, dan banyak lagi. Selain itu, fauna yang
dilindungi di sini pun sangat istimewa, seperti Wanga dan Leda, yang memiliki
aroma khas.

Situs
Megalith atau zaman Megalitikum menjadi pesona lain dari Taman Nasional Lore
Lindu. Zaman Megalitikum sendiri adalah zaman batu atau era kehidupan purba.
Ada patung yang berbentuk hampir menyerupai manusia, peralatan rumah tangga,
hingga meja batu tempat persemayaman orang yang telah meninggal. Tentu sangat
menarik mempelajari kehidupan zaman purba.

Taman Nasional Lore Lindu (Zaman Megalitikum)

Wisatawan
yang ingin menikmati menjelajah Taman Nasional ini tidak akan dikenakan biaya
tiket masuk, tetapi sebagai gantinya wajib untuk membayar seorang pemandu
wisata mengingat luasnya Taman Nasional Lore Lindu yang memungkinkan pengunjung
tersesat bila mengeksplorasinya sendirian. Tarif pemandu untuk sekali layanan
mengelilingi tempat ini hanya sebesar Rp. 50.000,- saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *