Tempat Wisata Populer
HobiWisata » Wisata Kuliner Sulawesi Selatan Di Makassar
Uncategorized

Wisata Kuliner Sulawesi Selatan Di Makassar

Melancong
ke suatu daerah kurang rasanya bila tidak mencoba kuliner khas dari wilayah
tersebut. Terutama, mengingat Indonesia merupakan negara yang kaya akan kuliner
lezat. Seperti halnya ketika berpelesir ke Makassar, ibukota dari Provinsi
Sulawesi Selatan. Setelah puas berkeliling di setiap sudut Makassar, wajib pula
untuk menikmati kuliner-kuliner khasnya.

Wisata Kuliner Khas Sulawesi Selatan di
Makassar
Sebagai
kota metropolitan dari Sulawesi Selatan, bisa dikatakan Makassar merupakan
daerah yang paling lengkap dalam hal sarana, prasarana, pun pilihan kulinernya.
Masakan khas Sulawesi Selatan sendiri identik dengan citarasa rempah yang kuat
dan membuat kuliner-kuliner tersebut berbeda. Berikut ini merupakan tempat-tempat
wisata kuliner paling direkomendasikan saat berkunjung ke Makassar :


Coto Gagak
Coto
Makassar merupakan kuliner paling terkenal dari Sulawesi Selatan. Makanan
berkuah yang memiliki nama lain Coto Mangkasara ini memiliki sejarah panjang
sejak masa pemerintahan Kerajaan Gowa, yang mana merupakan cikal bakal daerah
Sulawesi Selatan sendiri. Sebagai kuliner khas, Coto Makassar mudah sekali
dijumpai di tanah Sulawesi Selatan, tidak hanya Makassar.
Coto Cagak

Coto
Makassar merupakan semacam sop jeroan dan daging sapi yang dimasak dengan bumbu
rempah dari resep rahasia yang diwariskan secara turun temurun dalam
masing-masing keluarga. Konon, bumbu rempahnya sendiri mencapai 40 macam.
Sementara itu, kuliner ini juga memiliki sambal yang berbeda, yakni sambal
tauco yang identik dengan kuliner Tionghoa.

Di
Makassar, Coto Gagak yang berlokasi di Jalan Gagak No. 27 merupakan rumah makan
Coto yang paling legendaris karena sudah berjualan sejak tahun 1970. Haji
Jamaliddin merupakan pendiri sekaligus pemilik dari kedai yang buka selama 24
jam penuh ini. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, yakni mulai Rp.
8000,- saja.


Sop Konro
Karebosi
Sop
Konro merupakan kuliner khas Sulawesi Selatan selanjutnya yang wajib dicoba
saat berwisata ke ibukota Makassar. Sop Konro memang belum sepopuler Coto
Makassar, namun soal rasa dan kandungan gizi, kuliner yang satu ini lebih
unggul. Sebab, Sop Konro tidak menggunakan jeroan seperti Coto Makassar, yang
mana mengandung kolesterol tinggi.

Sop Konro Karebosi

Sop
Konro Karebosi yang bertempat di Jalan Gunung Lompobattang, tepat di belakang
kantor Bank Indonesia Makassar, merupakan rumah makan Sop Konro yang pertama
kali berdiri di Makassar, sekaligus dimiliki oleh pencipta kuliner berkuah yang
satu ini. Lokasi pertamanya memang berada di daerah Alun-alun Karebosi Makassar
dan kini hanya bergeser sedikit.
Haji
Hanafi merupakan pemilik Sop Konro Karebosi yang resepnya beliau ciptakan
setelah berhenti bekerja sebagai tenaga pengajar tahun 1960. Sop Konro sendiri
merupakan sop yang terbuat dari daging iga pilihan dengan bumbu rempah kuat
serta tambahan kacang merah. Untuk dapat menikmatinya, wisatawan cukup merogoh
kocek sebesar Rp. 35.000,- saja.


Pallubasa
Serigala
Pallubasa
merupakan kuliner khas Sulawesi Selatan yang selintas terasa mirip dengan Coto
Makassar. Pallubasa juga terbuat dari jeroan dan daging sapi yang dimasak
dengan bumbu rempah hingga menghasilkan kuliner berkuah lezat ini. Perbedaannya
adalah penambahan kelapa parut sangrai saat penyajian dan Pallubasa dinikmati
bersama nasi putih, sedangkan Coto dengan ketupat.
Pallubasa Serigala
Pallubasa
paling populer di Makassar adalah Pallubasa Serigala yang dinamai sesuai
lokasinya, yakni Jalan Serigala no. 54 milik Haji Haeruddin. Cukup dengan uang
sebesar Rp. 15.000,- saja, wisatawan dapat menikmati seporsi pallubasa lengkap
dengan nasi putih hangat dan segelas minuman. Pallubasa Serigala beroperasi
mulai pukul 11 siang sampai 10 malam.




Nasi Kuning
Riburane
Nasi
kuning memang bukan kuliner khas Sulawesi Selatan, tetapi merupakan kuliner
tradisional Indonesia yang kaya akan rempah-rempah. Di masing-masing daerah,
nasi kuning diolah dan disajikan dengan cara berbeda-beda. Nasi kuning sendiri
merupakan beras yang dimasak dengan bumbu rempah hingga berwarna kuning serta
memiliki aroma dan rasa yang lezat.
Nasi Kuning Riburane
Di
Makassar, nasi kuning yang wajib dicoba berlokasi di Jalan Riburane No. 11 dan
hanya buka saat pagi hari untuk sajian sarapan. Porsi yang ditawarkan oleh
kedai nasi kuning ini merupakan porsi jumbo yang mengenyangkan. Komponennya pun
lengkap, yaitu telur bebek, abon, dendeng, dan rendang sapi, sayuran, juga
kentang manis.




Mi Titi
Jika
bosan dengan kuliner Sulawesi Selatan dari daging, maka silakan mencoba olahan
mi kering khas Chinese Food yang juga
banyak dijual di seluruh penjuru Sulawesi Selatan, termasuk Makassar. Dalam berbagai
aspek, Kepulauan Sulawesi memang masih terpengaruh dengan Tiongkok di mana
etnis tersebut memiliki populasi yang cukup besar di sana.
Mi Titi

Maksud
dari mi kering bukanlah mi disajikan tanpa kuah seperti halnya mi instan
goreng, melainkan bahan baku utamanya, yakni mi home made yang digoreng hingga kering. Mi kemudian disiram dengan
kuah kental yang berasal dari campuran telur dengan sayuran dan diberi potongan
daging ayam bentuk dadu dan udang saat disajikan.

Salah
satu penjual mi kering paling populer di Makassar adalah Mi Titi yang berlokasi
di Jalan Irian, tetapi bisa juga di cabang lain yang tersebar di kota. Mi Titi
sendiri sudah beroperasi sejak tahun 1978 dan dimiliki oleh Rusmin Kohen.
Seporsi Mi Titi dapat dinikmati dengan harga Rp. 18.000,- saja.




Pisang Epe
Kuliner
yang satu ini termasuk dalam kategori makanan ringan dengan citarasa manis.
Pisang Epe sendiri merupakan kuliner Sulawesi Selatan yang tidak boleh
dilewatkan ketika berkunjung ke Makassar, terutama di kawasan Pantai Losari
karena camilan yang satu ini memang tercipta di salah satu destinasi wisata
pantai paling populer di Makassar tersebut.
Pisang Epe

Pisang
Epe berbahan dasar pisang kapok yang sudah matang yang memiliki rasa manis khas
dan tidak pahit. Pisang mengalami proses pembakaran dua kali, yakni sesudah
dikupas dan kemudian setelah dipipihkan. Ada bermacam varian toping yang dapat
dipilih oleh pembeli. Harga seporsi Pisang Epe sendiri hanya sebesar Rp.
6.000,- saja.


Jalangkote
Makanan
ringan lain yang khas Sulawesi Selatan di Makassar adalah Jalangkote. Camilan
yang satu ini memiliki bentuk dan isian yang mirip dengan pastel di Jawa.
Tetapi, Jalangkote memiliki kulit yang tipis, tidak setebal pastel. Isiannya
telur, daging sapi cincang, wortel, kentang, tauge dan soun. Lalu, dinikmati
dengan sambal yang khas.
Jalangkote

Jalangkote
Lasinrang yang berlokasi di Jalan Lasinrang No. 11 A merupakan penjual
Jalangkote paling terkenal di Makassar. Di sini, wisatawan dapat melihat
langsung proses pembuatan Jalangkote sampai matang karena memang konsepnya
merupakan wisata kuliner dapur terbuka. Satu biji Jalangkote di sini dibanderol
dengan harga Rp. 6.000,- saja.

Namun,
jika merasa harga tersebut agak mahal, bisa mencoba Jalangkote yang banyak
dijual di gerobak-gerobak pinggir jalan dengan harga Rp. 3.000,- sampai Rp.
4.000,- saja dengan ukuran yang sama dengan Jalangkote Lasinrang dan rasa tidak
jauh berbeda.